Friday, September 28, 2018

PERCAYALAH DAN BERGEMBIRALAH





Psa 37:3-7
(3)  Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik,
             diamlah di negeri dan berlakulah setia,
(4)  dan bergembiralah karena TUHAN;
             maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
(5)  Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
            (6)  Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
(7)  Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.




PERCAYALAH
Sebagai orang percaya, kita sering kali berjuang untuk percaya kepada Tuhan.  Tuhan yang kita sembah—Dia Allah yang tidak kelihatan.  Bahkan pekerjaan tangan-Nya sering tidak kita alami terutama ketika kita sedang bergumul dan membutuhkan Tuhan.  Saat-saat seperti itu mungkin kita akan mengalami penantian yang panjang.  Pertolongan Tuhan tampak hanya samar-samar di balik awan.  Kapan Tuhan akan bertindak membela ku?

Semua orang percaya pasti pernah mengalami saat-saat seperti itu.  Saat di mana kita sungguh-sungguh mengharapkan pertolongan dari Tuhan.  Saat-saat seperti itu sebenarnya adalah saat yang hening—saat di mana kita bersama Tuhan.  Hanya ada kita dan Tuhan.  Kita sedang berdiri di hadapan Tuhan dan mengharapkan pertolongan dari tangan-Nya.  Saat seperti ini seharusnya tidak terdistraksi oleh keadaan kita;  saat ketika kita melihat Tuhan memandang pergumulan kita dan kita sedang menantikan Dia.

Saat seperti itu kita mendengar suara: “PERCAYALAH kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik..”
Tetaplah percaya kepada Tuhan dalam persoalan yang kita hadapi.  Kepercayaan itu dilempar jauh tertanam ke hadirat Allah, bukan kepada persoalan hidup yang sedang dihadapi seperti jangkar yang dilemparkan masuk menembus ke dalam tirai Bait Suci di mana Allah ada.  Ini adalah kepercayaan yang mempercayai bahwa Allah ada di sana dan Ia melihat dengan jelas, lengkap dan melewati masa/waktu.

Meskipun kita tidak tahu mengapa seolah-olah Allah berdiam diri, namun kita tahu IA MAHA TAHU.  Bahkan ia tahu jika persoalan itu akan melukai kita.  HE IS GOD…we just human being.  HE IS OUR CREATOR, LET HE WILL BE DONE!

Satu tugas kita adalah tetap percaya kepada Dia dan melakukan kebaikan!   Percaya kepada Tuhan yang menguasai, memampukan kita untuk tetap berbuat baik.  Dari pada bergumul terus melihat persoalan dan kepedihan hati kita, kita seyogianya PERCAYA kepada Allah dan terus berbuat baik.  Lemparkan jangkar imanmu melewati persoalan hidupmu, dan biarkan jangkar itu sampai ke hadirat Allah.  Biarlah orang lain menemukan kebaikan dan kesetiaan kita kepada Allah.


BERGEMBIRALAH
Bergembira atau bersuka-cita di dalam Tuhan bukan ajaran dari agama.  Agama mengajarkan kalau ketemu Tuhan harus  serius, dengan takut dan gentar sebab sewaktu-waktu Dia bisa murka jika tidak berkenan kepada kita.  Itulah sebabnya agama mengajarkan ketemu Tuhan harus membawa sesajen/persembahan sebagai representasi ketundukan dan rasa gentar kita.

Namun, Tuhan kita tidak seperti itu.  Kita memang harus datang dengan penuh penghormatan dan takut dan gentar di hadapan Allah Pencipta kita, namun Alkitab mengajarkan bahwa Allah kita menginginkan kita bisa bersukacita di hadapanNya karena Dia.  Mazmur mengajak umat Tuhan bersuka dengan semua alat musik di hadapan Tuhan.  Daud sendiri memakai berbagai alat musik dan menari di hadapan Tabut Allah.

Tuhan menginginkan sukacita kita.  Ia seperti seorang ayah yang rindu melihat senyum di wajah anak-anaknya, bukan wajah ketakutan.  Dan Allah menikmati sukacita kita, senyuman kita, hati yang bersyukur yang kita bawa kepadaNya.  Dia bukan Allah yang serius, dan dengan wajah kaku seperti seorang hakim di pengadilan.  BERGEMBIRALAH KARENA TUHAN bukan karena hal yang lain.

Dasar sukacita yang berkenan di hadapan Tuhan adalah kerena Tuhan.  Bergembiralah karena Tuhan, bukan karena orang , barang, kekayaan, berkat, pergumulan yang dijawab, tetapi karena pribadi TUHAN sendiri.  Orang yang bisa bergembira karena Tuhan, jelas adalah orang yang mengenal Tuhan.  Jika seseorang bersuka-cita karena berkat, maka dasar bersukacitanya belum tentu didasarkan kepada pribadi Allah.  Sukacitanya karena pemberian-pemberian dan pertolongan Allah saja.  Jangkarnya belum sampai di ruang maha Kudus di mana pribadi Allah ada.

Sukacita hanya karena Tuhan adalah sukacita yang hanya karena pribadi Allah saja.  Sukacita yang demikian membuat Allah memberikan apa yang menjadi keinginan kita.  Lihat! Betapa Allah menginginkan kita bersukacita di hadapanNya dan karena Dia?

Lepaskan semua beban persoalan kita!  Datanglah kepada Tuhan....  Percayalah kepada Tuhan dan bergembiralah karena Tuhan, maka Tuhan akan memberikan apa yang diinginkan oleh hati kita.  ALLAH KITA LUAR BIASA..!!